Disbun Kaltim Siasati Harga Produk Lokal
KLIKSAMARINDA– Analis Kebijakan Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan Timur (Kaltim), Marinda Asih Ramadhaniah, mengatakan pihaknya saat ini difokuskan pada penguatan pasar domestik Kaltim. Caranya dengan strategi hilirisasi sektor perkebunan dengan memfasilitasi 30 pelaku usaha binaan merambah pasar ritel modern. Langkah ini diambil untuk menyiasati kompetisi harga dengan produk luar daerah.
“Langkah ini untuk menyiasati tantangan harga produk lokal yang cenderung lebih tinggi dibanding produk serupa dari luar, seperti gula aren dari Jawa,” ujarnya, seperti dikutip KLIKSAMARINDA dari unggahan resmi @beritapemprovkaltim di Instagram.
Beberapa komoditas unggulan yang telah sukses menembus pasar lokal antara lain Kopi Linggang dari Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Gula Aren dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Kini, produk-produk tersebut tidak hanya tersedia di Toko Kebun, tetapi telah tersebar di jaringan ritel modern seperti Auto Swalayan, Planet Swalayan, dan Yugo Market.
Untuk memudahkan distribusi bagi petani yang berdomisili jauh dari kota, Disbun Kaltim juga menerapkan sistem konsinyasi. Selain itu, setiap kemasan produk ditempeli stiker khusus “Toko Kebun” sebagai segel kualitas.
“Pelabelan ini krusial untuk melindungi konsumen dari risiko produk oplosan, terutama pada komoditas rentan seperti lada hitam dan gula aren,” ucap Marinda Asih Ramadhaniah. (*)



